Kecemasan (anxiety)
Kecemasan adalah variable dampak dari konflik yang menjadi bagian kehidupan yang tak terhindarkan, dimana ia adalah dengan adanya kecemasan seseorang bisa tahu tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya sehingga dapat disiapkan reaksi adaptif yang sesuai, dengan kata lain sebagai pengingat.
Kecemasan akan timbul manakala orang tidak siap menghadapi ancaman. Freud dalam teorinya (psikoanalisa)mengemukakan tiga jenis kecemasan ; realistic anxiety, neurotic anxiety dan moral aniexty. Kecemasan realistik adalah takut pada bahaya yang nyata ada diluar. Kecemasan realistic ini menjadi asal-muasal timbulnya kecemasan neurotic dan kecemasan moral.
Kecemasan neurotic adalah ketakutan terhadap hukuman yang bakal diterima dari orang tua atau figure penguasa lainya, yang diyakini bakal menuai hukuman, Padahal hukuman belum tentu, pemberian hukuman dalam kecemasan neurotic bersifat hayalan. Bisa juga keceamasan timbul karena orang itu pernah melakukan hal yang sama waktu masih anak-anak dan dapat hukuman(realistic) yang dicemaskannya.
Kecemasan moral terjadi ketika individu melanggar standar nilai. Kecemasan moral dan kecemasan neurotic tampak mirip, tetapi memiliki perbedaan prinsip yakni ; tingkat control ego. Pada hal kalau dilihat lebih jelas, kecemasan moral orang akan tetap rasional dalam memikirkan masalahnya terkait enerji superego, sedang pada kecemasan neurotic orang dalam keadaan distress- terkadang panic- sehingga mereka tidak dapat berfikir jelas dan enerji id menghambat penderita kecemasan neurotic membedakan antara khayalan dengan realita.
Sabtu, 21 November 2009
Rabu, 18 November 2009
toxic bachelor
Toxic bachelor adalah sebutan buat cowok-cowok egois, nggak sensitive dan takut akan komitment dengan ceweknya, saat ia mengutarakan cintanya, seaakan-akan ia bisa terlihat mau mengorbankan nyawanya demi pasangannya, tapi setelah ceweknya mulai merespon, dan mengajaknya untuk berkomitment, ia seakan-akan kehilangan nyali, seperti virtual dog yang hanya bisa menggonggong tapi tidak bisa menggigit, persis seperti Mr.happynya yang harus diberi doping dulu baru bisa ereksi.
Selasa, 17 November 2009
sedikit pandangan tentang transeksual "gay"
Dalam kehidupan yang terasa penat ini, rasanya jarak antara orang semakin dekat, terjangkau dan tak berpenghalang. Lepas dari itu semua, masalah yang sebenarnya tidak ingin kita ketahui terpaksa harus kita ungkit keberadaanya dan harus mengetahui perkembangannya lebih jelas lagi. Masalah yang semestinya tidak perlu diperdebatkan karena dalam agama sudah tidak mempunyai hukum sah untuk penge”sah”annya. Tapi kecemasan akan terjangkiti tidak pernah luput dari perasaan kita, entah itu akan berakibat pada kita, keluarga, ataukah entah para penerus dan keturunan kita nanti.
Meskipun banyak orang beranggapan bahwa penyimpangan dari sebuah orientasi seksual yang di gariskan oleh sang Pencipta yaitu “gay” (homo untuk laki-laki, lesbian untuk perempuan) adalah wajar. Meski dalam norma agama dan hukum berpasangan tidak mewajarkan hal itu, tapi tidak heran juga banyak orang yang beranggapan bahwa gay itu wajar, karena kalau di telaah lebih lanjut lagi, gay sudah dianggap abnormal secara medis, karena dalam medis batasan normal seringkali dilihat secara kualitatif. Bagaimana gladiator bisa dinilai abnormal dimasa romawi, bila hampir 80% masyarakatnya menyukai acara itu? Dan bagaimana bisa disalahkan orang-orang yang menganggap gay tidak normal, bila berbagai pengakuan, bahkan pengabsahan pernikahan antargay muncul dimana-mana. Tapi apakah respon kita hanya cukup diam saja, saat pemahaman itu memporak-porandakan benteng kehidupan dan norma-norma yang kita anut selama ini. ataukah perlu bersuara keras, lantang dan teriak untuk menolak pemahaman itu? Dalam kenyataan ini dua-duanya tentu akan menimbulkan resiko jauh lebih parah dari masalahnya sendiri.
Meskipun banyak orang beranggapan bahwa penyimpangan dari sebuah orientasi seksual yang di gariskan oleh sang Pencipta yaitu “gay” (homo untuk laki-laki, lesbian untuk perempuan) adalah wajar. Meski dalam norma agama dan hukum berpasangan tidak mewajarkan hal itu, tapi tidak heran juga banyak orang yang beranggapan bahwa gay itu wajar, karena kalau di telaah lebih lanjut lagi, gay sudah dianggap abnormal secara medis, karena dalam medis batasan normal seringkali dilihat secara kualitatif. Bagaimana gladiator bisa dinilai abnormal dimasa romawi, bila hampir 80% masyarakatnya menyukai acara itu? Dan bagaimana bisa disalahkan orang-orang yang menganggap gay tidak normal, bila berbagai pengakuan, bahkan pengabsahan pernikahan antargay muncul dimana-mana. Tapi apakah respon kita hanya cukup diam saja, saat pemahaman itu memporak-porandakan benteng kehidupan dan norma-norma yang kita anut selama ini. ataukah perlu bersuara keras, lantang dan teriak untuk menolak pemahaman itu? Dalam kenyataan ini dua-duanya tentu akan menimbulkan resiko jauh lebih parah dari masalahnya sendiri.
sisi lain dari kekuatan pria
didalam setiap tubuh pria ada jiwa seorang anak laki-laki, sesungguhnya kurang tepat kalau disebut seperti itu, lebih tepatnya adalah ; didalam tubuh pria selalu tersimpan jiwa seorang bayi yang tak mampu pergi, seorang bayi yang selalu butuh perlindungan karena takut menghadapi carut-marut dunia, dan satu-satunya tempat berlindung paling aman dari semua keruwetan itu adalah subtitusi dari susu ibu mereka yang selalu memberi kenyamanan dimasa kecilnya.
tidak heran kalau pria-pria yang sedang mengalami beban berat atau tidak tahu harus melakukan apa saat ia terpojok, saat ia defresi, sedih dan berduka, akan hanya berlari mencari pasangannya (perempuan). secara tidak sadar maupun tidak disadari, ia ingin mencari perlindungan dari seseorang mahluk yang selama ini selau dibilang lemah, yaitu perempuan.
tidak heran kalau pria-pria yang sedang mengalami beban berat atau tidak tahu harus melakukan apa saat ia terpojok, saat ia defresi, sedih dan berduka, akan hanya berlari mencari pasangannya (perempuan). secara tidak sadar maupun tidak disadari, ia ingin mencari perlindungan dari seseorang mahluk yang selama ini selau dibilang lemah, yaitu perempuan.
Langganan:
Postingan (Atom)

